Tak sedikit dari
Anda yang mungkin pernah mengalami putus cinta. Patah hati dan sakit
hati yang ditimbulkannya, merupakan konsekuensi dari setiap keputusan
yang Anda ambil, selain rasa bahagia saat memutuskan untuk menjalin
huubungan dengan seseorang.
Lamanya menjalin
sebuah hubungan ternyata bukan jaminan langgeng hingga ke pelaminan. Ada
pasangan yang sudah puluhan tahun pacaran namun kandas di tengah jalan.
Beragam alasan bisa
menjadi sebab patah hati. Sebut saja perselingkuhan, tidak direstui
orang tua, si dia lebih memilih menikah dengan orang lain, atau putus
semata karena rasa bosan.
Buat Anda yang baru
saja patah hati karena salah satu sebab di atas atau apa pun sebabnya,
simak beberapa Tips berikut yang mungkin bisa menjadi masukan bagi Anda
agar tidak berlarut-larut bersedih karena ditinggal sang kekasih.
1. Sadari.
Saat kekasih atau
lebih tepatnya mantan kekasih Anda memutuskan untuk memilih orang lain
dan tidak memilih Anda, sadarilah bahwa itu bukan akhir dari dunia.
Seseorang tersebut
bisa jadi bukan orang yang terbaik, atau bukan jodoh ideal yang
ditakdirkan untuk Anda sebagaimana Anda yakini sebelumnya. Lama periode
pacaran juga tidak mementukan kadar kecintaan seseorang. Yakinlah bahwa
Tuhan memiliki rencana indah lain untuk Anda.
2. Relakan.
Mencintai seseorang
berarti Anda harus bersiap merelakan dia untuk selalu bahagia, bersiap
kehilangan dan tidak bisa memiliki. Bila kenyataannya dia tidak merasa
bahagia saat bersama Anda, jangan sesekali memaksanya untuk tetap di
sisi Anda.
Seperti Anda yang tidak ingin hidup atas dasar keterpaksaan, dia juga punya hak untuk memilih yang dirasa baik untuk dirinya.
3. Lupakan.
Teori memang tak
semudah praktek. Namun saat dia memutuskan meninggalkan Anda untuk
alasan apapun, mulailah untuk melupakannya. Awalnya pasti akan begitu
sulit untuk mengenyahkan semua memori, peristiwa dan kenangan-kenangan
indah lain semasa Anda berpacaran.
Saat Anda berusaha
untuk mengeliminasi semua itu, tak jarang Anda justru mendapati bahwa
kenangan atau kejadian buruk yang pernah terjadi sebelumnya malah terasa
terlalu sayang untuk dilupakan.
Mungkin dengan
mengikuti kegiatan-kegiatan positif seperti : bakti sosial, terjun ke
dalam organisasi masyarakat, atau bahkan piknik ke pantai bareng
teman-teman, bisa juga dilakukan sebagai usaha untuk melupakannya.
4. Ambil hikmahnya.
Experience is the
best teacher. Jadikan semua perkara putus hubungan itu sebagai
pengalaman yang berharga untuk Anda. Ambil hikmahnya dan pastikan ketika
Anda memulai hubungan baru lagi, hal-hal seperti itu tidak terulang.
Tanamkan dalam diri
untuk tidak terlalu berlebihan dalam mencintai sesuatu atau seseorang,
karena sadarilah bukan hanya kekasih, bahkan keluarga yang disayangi
juga hakekatnya bukan milik Anda.
5. Be nice.
Berbuatlah
sebaik-baiknya ketika berhubungan dengan siapapun, bangun harga
kepribadian tulus yang tinggi dimata orang lain sehingga Anda mempunyai
makna bagi orang lain.
6. Hindari menyendiri.
Bersikaplah wajar
dan bijak dalam menyikapi setiap masalah (sportif dan gentle). Orang
yang baru putus cinta biasanya suka berpikir dan melakukan hal yang
aneh-aneh, apalagi pada saat menyendiri, sungguh riskan sekali.
Sebaiknya sesering
mungkin kumpul dengan teman atau saudara yang positif supaya dapat
mencegah tindakan bodoh yang tidak diinginkan
7. Bersiap untuk orang baru.
Jangan mengurung
diri Anda dari pergaulan dunia luar. Yakinkan diri Anda untuk kembali
menjalin hubungan dengan sahabat dan teman. Bukalah networking yang
baru. Bila ada seorang sahabat Anda yang berniat menjdohkan Anda, proses
"mak comblang" seperti ini mungkin menjadi opsi positif untuk Anda.
Sahabat tak akan
menjerumuskan Anda dengan mengenalkan Anda pada orang yang tidak baik.
Setidaknya sahabat Anda sudah lebih dulu mengenal karakter orang
tersebut.
8. Bangun potensi diri.
Wake up! Jangan
biarkan diri Anda terendap dalam lara begitu lama. Gali kembali potensi
diri Anda sehingga dapat lebih berkualitas dan diperhitungkan oleh orang
lain.
9. Berdo'a dan tawakal.
Serahkan segalanya
pada kekuasaan Tuhan. Mungkin terdengar agak fatalis, namun hal ini
lebih baik ketimbang Anda menyiksa diri sendiri dan berbuat nekat dengan
menyakiti tubuh sendiri. Temukan kedamaian saat Anda mengadu dan
merelakan segalanya padaNya.
